

|
Posted on 03 May 2010 04:26 WIB by asa
Gejala Alergi Pada Bayi Dengan AsiASI (Air Susu Ibu) memberikan nutrisi optimal paling sempurna bagi bayi dan membantu mencegah infeksi tertentu pada bayi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi Ibu. Normalnya bayi dengan ASI eksklusif tidak mengalami gejala alergi. Namun, gejala alergi (misalnya dermatitis atopik) dapat juga muncul khusus pada bayi yang sangat sensitif. Bayi Ibu tidak alergi terhadap ASI, reaksi alergi ini dipicu oleh sejumlah kecil protein dari makanan yang dikonsumsi sang Ibu (misalnya protein susu sapi, protein telur, dll) dan dihantarkan oleh Ibu kepada bayinya melalui ASI. Solusi yang paling ideal saat gejala alergi timbul adalah menghilangkan gejala-gejala dengan tetap menyusui. Disarankan bagi ibu untuk tidak tidak mengkonsumsi makanan penyebab alergi yang umum (misalnya susu, telur, gandum, dll). Untuk diet yang ideal hendaknya atas saran dan pengawasan dokter, karena diet ketat berlebihan dapat membahayakan kesehatan ibu dan dapat mengurangi kualitas ASI. Program diet eliminasi yang dilakukan Ibu untuk mengeliminir pencetus alergi yang terhantar pada ASI seharusnya merupakan solusi yang terbaik. Bagaimanapun, apabila hal tersebut tidak berhasil atau tidak dapat dilakukan, konsultasikan solusi alternatif yang paling sesuai untuk membebaskan bayi Ibu dari siksaan gejala alergi dengan tetap mendapat nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk pertumbuhan bayi Ibu. Silahkan login jika ingin memberi komentar.
|
Kategori
› Alergi Makanan› Alergi Makanan dan Penyakit › Gejala Alergi Makanan dan Diagnosis › Menu Si Kecil › Penanganan Alergi Susu Sapi › Penanganan Lanjutan Alergi Susu Sapi › Pusat Rujukan Ruam Pada Bayi › Sistem Kekebalan Tubuh Artikel Terbaru
Artikel Terseru
Artikel Terpopuler
|